Santi K. Intansari: Menjadi Orang Tua yang Satu Kelas Lebih Tinggi daripada Anak

  • Bagikan

Flashnews.co.id | Pembelajaran daring yang sudah dijalani lebih dari setahun dan masih bergulir di beberapa daerah dan tingkat pendidikan tertentu karena pandemi ini menjadi sebuah momentum langka yang tidak dialami oleh anak-anak belasan dekade kebelakang. Sebagian anak menjadi lebih kreatif, sebagian menjadi apatis, Sebagian mengalami loss learning.

Namun keadaan yang ada tak dapat mengubah beban dan tanggung jawab guru maupun orang tua sebagai pembimbing dan model bagi anak-anak. Peran orang tua yang merupakan madrasah pertama bagi anak begitu besar mendapatkan tempat di masa pembelajaran daring ini. ​Menjadi bijak sudah barang tentu hal yang mutlak diperlukan oleh setiap orang tua.

Dari sudut pandang seorang guru pjj (pembelejaran jarak jauh) yang masih diberlakukan sampai saat ini bukan lah suatu hadiah agar bisa mengajar dengan menggunakan separuh seragam saja. Sungguh beban di Pundak guru tidak berkurang sedikitpun. Administrasi, perangkat, laporan, koreksian dan keluhan merupakan rutinitas yang sepertinya silih berganti menagih hari demi hari.

Sesekali mendengarkan suara dan melihat video lucu hasil tugas siswa menjadi penghibur sekaligus pengobat rindu bagi sang guru.
​Kendatipun demikian orang tua yang mendapat gelar sebagai guru dirumah diharapakan dapat pula menjadi bijak dan haruslah satu kelas lebih tinggi dari sang anak.

Bagaimana tidak bingung dan kerepotan beberapa wali siswa mereka kelelahan terhadap begitu banyak tugas yang senantiasa diberikan guru setiap harinya kepada sang anak, Ketika mereka mengambil alih peran sang anak sebagai pelajar. Kata-kata menjadi guru dirumah rasanya kurang tepat disematkan kepada orang tua yang tanpa atau dengan disadarinya telah mengambil alih peran sang anak sebagai siswa.

Tidak ada guru yang menuliskan, mejawabkan, dan beranggapan bahwa sang anak menjadi pintar Ketika nilai mereka sempurna. Tentu saja sempurna jika orang tualah yang duduk di kelas anak tersebut berada. Logika, nalar, dan proses sang anak berfikir diambil alih oleh orang tua yang kurang bijak.

Menjadi guru ialah membimbing dan memberikan contoh, lalu membiarkan sang anak berproses menikmati masa-masa mereka berfikir dan belajar hari demi hari. Perlahan ataupun cepat semua tergantung kemampuan kognitif anak yang tentunya beragam. Tidak ada yang perlu dipaksakan tugas perkembangan anak harus mereka lakukkan sendiri agar pembelajaran itu sendiri terjadi walaupun belajar dari rumah.

​Border atau aturan tentu pula harus ditegaskan oleh orang tua yang berperan sebagai guru. Nilai-nilai yang lebih besar haruslah kita tanamkan kepada sang anak seperti nilai kejujuran, kedisiplinan, ketekunan dan nilai-nilai lain yang tentunya akan berpengaruh dalam jangka panjang kepada sang anak jauh diatas nilai-nilai yang akan tertulis di setiap hasil tugas yang diberikan oleh sang guru.

​Kita bisa mengarahkan, membimbing sang anak untuk menjadi apapun namun sampai saatnya tiba kita tidak bisa selalu mengambil alih peran sang anak. Masa depan tetap milik mereka seutuhnya kita sebagai orang tua tidak berhak merebutnya dengan menggantikan tugasnya disetiap kesempatan.

Mungkin kita bisa mengarahkan sang anak menjadi dokter, namun orang tua tidak akan bisa menggantikan sang anak menjadi dokter tersebut. Sama hal nya dalam hal belajar dari rumah, daring, atau pjj istilahnya, orang tua sebagai pengarah bukan pengganti siswa. Jangan biarkan kita sebagai orang tua menjadi satu kelas dengan sang anak, kita harus sedikit lebih bijak dan sedikit lebih jujur tentang hasil didikan kita, karya pengajaran kita.

Nilai yang akan didapat hanyalah angka-angka yang akan ditulis dengan tinta yang sejenak membuat kita bangga saat menerimanya, namun proses belajar yang sesungguhnya adalah hak sang anak yang mungkin telah kita renggut.

Bisakah menjadi orang tua yang lebih bijak? Lebih jujur? 1 tingkat diatas kelas sang anak, tidak 1 kelas dan mengerjakan tugas yang sama dengan sang anak.

*Resume Pembelajaran Daring oleh seorang Guru, dalam memoar Hari Guru Nasional 2021.

  • Bagikan

Respon (3)

  1. Tulisan yang bagus, selain memiliki bahasa yang elegan juga sarat akan pesan, sebagai guru saya juga sependapat dengan tulisan tersebut, orang tua memang memiliki peranan penting dalam PJJ, selain sebagai penyedia fasilitas belajar (HP, laptop dsb) mereka juga suporter yang paling dibutuhkan oleh anak murid. Tentu harapannya menjadi suporter yang suportif bukan yang suporter yg “penting aktif”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.